Saturday, 12 December 2015

Jalan Menuju Surga

Setiap muslim mempunyai harapan untuk menggapai surga Allah swt. Tak peduli apa pun profesi dan jabatannya, selama itu merupakan pekerjaan yang halal.
Ada orang yang masuk surga karena kebaktiannya yang tak putus-putusnya kepada Allah. Merekalah para ahli ibadah.

Ada pula orang yang dijamin masuk surga karena keberian dan kerelaannya mempertaruhkan nyawanya dalam perjuangan menegakan kebenaran agama. Dia meninggal sebagai syahid, dan orang yang mati syahid dijamin masuk surga.

http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/12/jalan-menuju-surga.html

Ada yang dipangggil ke surga kelak karena rajin menyampaikan ilmu kepada orang lain termasuk dalam kelompok ini guru, dosen, ustadz, dan mubalig. "Tinta ulama lebih baik dari darah syuhada", tegas Nabi.

Suatu hari, ketika hendak pergi berperang, Nabi mengingatkan agar jangan seluruh anggota masyarakat islam pergi berperang. "Hendaklah ada sebagian di antara kamu yang belajar mengenai agamamu dan mengajarkannya kepada umat".

Ada pula yang meraih surga karena taatnya kepada orang tua. Nabi Muhammad pernah menolak seorang pemuda yang ingin ikut berperang, karena pemuda itu mempunyai orang tua yang harus ditanggungnya. Kata Nabi, " Uruslah orangtuamu. Sesungguhnya bakti kepada orangtuamu sama nilainya dengan jihad."

Salah satu jalan menghampiri surga adalah
  • menyisihkan sebagian rezeki untuk kegiatan-kegiatan di jalan Allah. Contohnya menjadi donatur pembangunan masjid, mushala, yayasan yatim piatu, majlis ta'lim, rumah sakit dan klikik islam, sekolah-sekolah islam, menjadi orang tua asuh, memberikan beasiswa, sampai kepada mendirikan usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja bagi sebanyak mungkin orang. 
  • Mempelajari ilmu kemudian mengajarkannya sampai ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
  • Menjadi anak yang sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya.
Di sisnilah orang-orang muslim yang kaya, para pengusaha dan eksekutif, diajak oleh Allah swt untuk berkiprah. Sebagai orang-orang yang sibuk dalam bisnis, mereka mungkin tak punya cukup waktu untuk mengerjakan amal ibadah sunat. Namun dengan harta yang mereka miliki yang pada hakekatnya merupakan titipan Allah, mereka berkesempatan memasuki surga dari pintu yanglain.

Dewasa ini kita membutuhkan para muslim kaya yang dermawan, yang senang berzakat, bersedekah, dan berinfak. Begitu banyak kegiatan pembangunan islam yang mendambakan uluran tangan mereka.

Untuk para dermawan yang tulus, Nabi telah menjanjikan kebaikan yang akan mengalir selamanya. "Jika mati seorang muslim maka putuslah amalnya kecuali tiga : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh  yang mendoakannya.

Demikianlah sobat blog yang bisa disampaikan mudah-mudahan bermanfaat.

Monday, 7 December 2015

Pemikiran dan Doktrin Zionisme (Yahudi) yang Harus Diwaspadai


Zionisme yang sering didengungkan dari dulu hingga sekarang. Istilah ni sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat muslim, karena zionisme semata-mat adalah gerakan politik ekstrimis Yahudi yang terus menerus menghendaki berdirinya sebuah negara Yahudi di Palestina. Harapan mereka adalah dapat mengatur dan memerintah dunia seluruhnya.

Secara bahasa Zionisme diambil dari nama gunung Zion di Al-Quds. Yaitu, sebuah gerakan yang mempunyai ambisi sangat kuat dalam rangka membangun Haikal (candi) Sulaiman dan mendirikan sebuah kerajaan yang ibu kotanya adalah Al-Quds.

http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/12/pemikiran-dan-doktrin-zionisme-yahudi.html

Beberapa gerakan zionisme muncul dalam perjalanan sejarah Yahudi, termasuk beberapa gerakan zionisme yang mempunyai karakteristik masing-masing, diantaranya : 

  • Gerakan Zionisme Nasionalisme, ialah yang mengaku dirinya sebagai orang Yahudi yang tertindas, mereka berpencar ke berbagai negara dengan keyakinan yang masih kuat terhadap keyahudiannya, sekte zionis ini didominasi oleh para aktivis.
  • Gerakan Zionisme Para Hartawan, yang dipelopori oleh Rothschild dan Moshe Montfury. Sekte zionis ini bertujuan untuk membangun imperiaisme Yahudi di Palestina sebagai salah satu langkah awal untuk meraih bumi palestina, lalu hendak mendirikan negara Yahudi di Palestina. Karenanya, sekte zionisme ini disebut juga gerakan ideologis imperialisme.
  • Gerakan Zionisme Garis Keras, muncul setelah adanya pembaintaian orang-orang Yahudi di Rusia pada tahun 1882 M. 
  • Gerakan Zionisme Modern, adalah sebuah gerakan yang dinisbatkan kepada salah seorang pelopor Yahudi yang bernama Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi Austria (1860-1904). Tujuannya, untuk mengiring seluruh umat Yahudi supaya dapat menguasai dan mendominasi dunia, diawali dengan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

 Pemikiran dan Doktrin Zionisme yang harus diwaspadai

Kita dapat melihat beberapa pemikiran orang-orang zionisme (Yahudi). Diantara pemikirannya adalah :

1. Zionisme menganggap bahwa seluruh orang Yahudi yang ada di setiap dunia adalah keluarga bangsa Israel. 

Hal ini bisa membuat zionisme semakin kokoh karena dengan diakuinya orang-orang Yahudi di seluruh penjuru dunia maka mereka akan tetap bersama-sama bahu membahu untuk melancarkan misinya, yang hari demi hari akan selalu kokoh dan tak terkalahkan. Maka bagi kita semua sebagai muslim haruslah sama semakin kokoh dan bangunlah ukhuwah kita dengan tali persaudaraan yang tak ada batasnya.

2. Zionisme bertujuan untuk mendominasi dunia sebagaimana yang telah dijanjikan tuman mereka "Yahweh".

Sebagai langkah awalnya mereka harus membuat terlebih dahulu negara Yahudi yang terbentang dari sungai Nil sampai Eufrat. Sehingga telah kita ketahui mereka membombardir dan mengikis habih dareah Palestina. 

3. Bangsa Yahudi adalah bangsa yang istimewa yang harus menjadi tuan yang berkuasa. 

Maka mereka mengganggap bahwa bangsa-bangsa yang lainnya harus menjadi budak-budaknya. Yang setiap saatnya bangsa-bangsa itu diperintahkan untuk selalu melakukan misinya. Karena faktor penyebab utamanya bangsa itu memiliki kelemahan di bidangnya misalnya ekonomi, politik, dan lain-lain. Sehingga Yahudi masuk dengan alasan membantu tapi sebenarnya adalah untuk dijadikan budaknya. 

4. Bangsa Yahudi mempunyai pemikiran radikal untuk menguasai dunia.

Yaitu dengan cara mendirikan sebuah pemerintahan dengan dasar kekuatan dan kekerasan. 

5. Kebebasan politik adalah salah satu cara untuk menarik simpati dan menjebak mereka supaya dapat dikuasai.

Pantas saja sebagaimana mereka berkata : " Kita harus tahu, bagaimana cara memberi umpan untuk menjebak mereka ke jaring kita". Tentunya hal ini banyak dilakukan dengan cara-cara yang busuk dan kotor yang dikemas dalam kebaikan yang fana.

6. Sekarang, kekuasaan agama telah berakhir. 

Kekuasaan sekarang adalah para pemilik emas (harta) saja. Mereka berkata : "Kita harus bisa mengumpulkan emas-emas itu dengan segala cara, supaya memudahkan dalam mendominasi dunia".

7. Politik adalah salah satu pencapaian misinya.

Mereka berkata : "Politik itu kotor dan bertentangan dengan etika. Oleh karenanya, politik harus ada tipu daya dan kesombongan. Karena sifat terpuji dan kejujuran adalah sesuatu yang tabu dalam kamus politik. Dan hal ini sudah diikuti oleh kebanyakan negara. Salah satunya adalah negara Indonesia padahal sayangnya Indonesia itu didominasi oleh muslim.

8. Menghina bangsa-bangsa di dunia 

Perkataan mereka : "Kita harus bisa mensosialisasikan slogan, kebebasan, persamaan dan persaudaraan supaya masyarakat tertipu dengan selogan itu. Dan mereka pun akan iktu mensosialisasikannn slogan tersebut serta membeo terhadap apa saya yang kita inginkan. Sangat berbaya sekali hal ini sudah kita rasakan sendiri. Ternyata ini adalah akal-akalan Yahudi agar bisa menghina, mengutakatik kita.

9. Sarana dan prasarana mereka telah membawa mereka ke dalam kondisi yang sangat kuat dewasa ini. 

Maka, jika ada yang hendak menentang kekuatan kami, siapa pun akan membela mereka. Karena sudah terasa kontribusi Yahudi akan sarana yang diberikan kepada bangsa lain hendak itu alat transportasi, teknologi, dan lainnya.

10. Slogan "KEBEBASAN" yang dikumandangkan mereka.

Yang hal ini akan mendorong siapa pun untuk bertarung melawan hukum-hukum Allah. Ma Sya Allah sangat ngeri sekali. Membela mati-matian dengan cara melanggar aturan Allah demi membela dan melestarikan "KEBEBASAN" semata.

11. Kunci Yahudi untuk merusak negara-negara islam adalah dengan cara memecah belahkan persatuan umat islam di dunia. 

Dengan cara yang biadab seperti ini, umat islam berselisih dan berpecah, keuntungan besar bagi Yahudi untuk masuk sebagai orang ketiga yang akan terus mengeruhkan dan mengadu-dombakan umat islam. Naudzubillah min dzalik. Maka kokohkanlah persaudaraan dan persatuan di antara kita.

12. Perlakuan yang kejam terhadap orang yang menentangnya.

Mereka berkata : "Siapa pun yang hendak menghalangi misi kami, maka kami akan memperlakukan orang tersebut dengan cara yang sadis, bengis, dan kejam. 

13. Puncak tujuan Yahudi adalah kekuasaan di muka bumi ini.

Jika kekuasaan sudah digenggamnya, maka mereka tidak akan mengizinkan agama apa pun berada di muka bumi ini kecuali agama Yahudi saja. Sangat ngeri bukan tapi kita punya Allah.

Itulah pemikiran dan doktrin Yahudi yang harus diwaspadai. Untuk menahan pemikiran dan doktrin ini hanyalah satu yaitu taatlah kepada Allah dan Rosul-Nya dengan berpedoman kepada Al-Qur'an dan Sunahnya. Wallahu 'alam.

Daftar Pustaka : Nul Hakim, Irfan., A. Zakaria.2012."Studi Pemikiran Aliran Sesat dan Menyesatkan". Ibn Azka press : Garut.


Friday, 4 December 2015

Keriteria Orang yang Sholat Menurut Surah Al-Ma'arij : 22-35

Assalmualaikum sobat setia blog Pecinta Al-Qur'an. Dalam Al-Qur'an ada yang namanya surah Al-Ma'arij. Ia merupakan juz ke 29, surah ke 70, dan memiliki 40 ayat. Al-Ma'arij memiliki arti "tempat naik". Di dalamnya terkandung beberapa kandungan yang di antaranya menjelaskan tentang Bagaimana sih kreiteria orang-orang yang benar melaksanakan shalatnya??? Penasarankan??? Apakah kita Termasuk ke dalamnya??



http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/12/orang-yang-sholat.html
Bisa didengar nih sob audionya (klik main)
Dalam ayat yang ke 22-35 menjelaskan tentang orang-orang yang sholat (mushollin), bahwa orang yang sholat itu ada 8 kriteria : 

  1. Mereka yang tetap setia melaksanakan sholatnya (ayat 23). Maksudnya dia senantiasa melaksanakan sholat tanpa terlewat satu waktu sholat pun sampai akhir hayatnya.
  2. Orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu (ayat 24), bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta (ayat 25). Maksudnya dia akan mensedekahkan dari harta yang diperolehnya, baik sedekah wajib maupun yang tidak wajib kepada orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.
  3. Orang-orang yang mempercayai hari pembalasan (ayat 26). Maksudnya mempercaiyai akan tibanya hari kiyamah yang semua amal perbuatan waktu hidup di dunia akan dibalas.
  4. Orang-orang yang takut terhadap azab Allah (ayat 27), sesungguhnya terhadap azab Allah, tidak ada seorang pun yang merasa aman (dari kedatangannya) (ayat 28)). Maksudnya mereka senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya karena mereka takut akan azab yang ditimpakan-Nya akibat kemaksiatan yang diperbuatnya.
  5. Orang-orang yang memelihara kemaluannya (ayat 29), kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela (ayat 30), maka barang siapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian) mereka itulah orang-orang yang melampaui batas(ayat 31). Maksudnya sangat jelas.
  6. Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya (ayat 32)
  7. Orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya (ayat 33)
  8. Orang-orang yang menjaga shalatnya (ayat 34), mereka itu dimuliakan di dalam surga (ayat 35)
Ternyata setelah kita membaca, memahami, dan mentafakuri ternyata shalat yang kita lakukan ini belum bisa merefleksikan yang 8 poin di atas dalam kehidupan sehari-hari. Apakah sholat kita sudah benar???? 
Kedelapan poin ini adalah sebagai pengukur sudah sejauh mana tingkat kebenaran sholat yang kita lakukan. Begitu mulyanya orang-orang yang sholat. Kalau diteliti lebih dalam dalam lagi sholat juga bisa mengantarkan kita menjadi peribadi muslim dermawan yang kaya raya. 
Apakah sobat ingin meraih kekayaan?? maka solusinya sholatlah dengan benar!!! sampai tercermin perilaku kehidupan kita seperti pon-poin di atas. 

Cara Mudah Agar Bisa Baca Quran Sejuz Setiap Harinya

Assalmualaikum sobat blog yang saya cintai. Membaca Quran itu bernilai pahala bagi pembacanya. Allah menjanjikan kepada setiap muslim yang membaca Quran dengan setiap hurufnya akan dibalas 10 kebaikan. Tentunya sobat, ini adalah janji yang sangat mengembirakan bagi kita sebagai muslim. Dalam agama kita begitu mudahnya untuk mendapat kasih sayang dari Allah maka berbanggalah sobat karena kita ditakdirkan menjadi seorang muslim. Membaca Qur'an juga merupakan salah satu cara berinteraksi dengannya
http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/12/cara-mudah-agar-bisa-baca-quran-sejuz.html

Namun walaupun Allah memberikan keuntungan bagi kita dengan 1 huruf pada Quran sama dengan 10 kebaikan tetapi banyak di antara saudara kita yang enggan membaca Quran. Wahai sobatku sekalian!!! luangkanlah waktu kita untuk membaca Qur'an. Kita tidak dirugikan malahan kita mendapat keuntungan dari Allah. Walaupun misalkan kita sibuk dengan aktivitas kita. Tetaplah jadi muslim yang cinta Qur'an. 

Baiklah ini cara agar kita bisa tilawah atau membaca Qur'an 1 Juz setiap hari :



  • Gunakanlah mushaf Al-Qur'an 15 baris per halaman. Sobat bisa cek sendiri dalam mushaf Al-Qur'an ada 10 lembar untuk setiap 1 juznya. Benarkan???? 
  • Dirikanlah sholat 5 waktu jangan sampai ketinggalan dan ditinggalkan. Ingat itu !!!!
  • Setelah melaksanakan sholat wajib yang 5 waktu sobat baca Al-Qur'an 2 lembar saja. Sedikitkan? Dan pastinya mudah dilakukan cuma 2 lembar aja ko. Jadi, kita sadari dalam 1 hari kita bisa baca berapa lembar??? Ya sobat benar kita dapat membaca 10 lembar per hari itu artinya sobat telah membaca 1 juz. Horeeee hehehe.
  • Lakukan dengan rutin setiap hari, sehingga sobat bisa khatam Al-Qur'an 1 bulan loh. Luar biasa bukan? berarti dalam satu tahun sobat bisa khatam 12 kali.
  • JANGAN LUPA SHARE KE ORANG LAIN YA BIAR KITA SAMA-SAMA DAPAT PAHALA (dengan cara share post ini). AYO KITA MEMBUMIKAN AL-QUR'AN OK.
Itulah sobat trik yang sederhana yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan bisa diamalkan. Apa artinya sudah tahu ilmunya jika tidak diamalkan.
Demikian sobat blog mohon maaf jika ada kesalahan malum dalam proses belajar. 
wasalamualaikum.

Faidah Quran Surah Al-Maidah Ayat 6

Sobat blog yang berbahagia dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan Faidah Quran Surah Al-Maidah ayat 6. Sobat sudah tahukan Al-Maidah itu adalah surah ke-5 yang memiliki 200 ayat, lumayan banyak ya sob. Yang setiap ayatnya memiliki pengertian atau tafsir masing-masing.
Di dalam ayat yang ke-6 perlu diketahui oleh sobat muslim semua bahwa di dalamnya mengandung banyak faidah yaitu ada 50 faidah loh.
 nah ini bacaannya sob
 

Faidah Qur'an Surah Al-Maidah Ayat 6

  1. Faidah Pertama

http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/12/faidah-quran-surah-al-maidah-ayat-6.html

Awal dari ayat ini yaitu menyeru kepada orang-orang yang beriman dengan redaksi ayatnya "Yaa ayyuhalladzina aamanu..."  (wahai orang-orang yang beriman). Hal ini berarti konsekuensi dari keimanan dimana iman tidak akan sempurna kecuali dengannya (maksudnya : dengan kandungan dalam ayat ini).
 
Berkata Syaikh Abdurahman As Sa'diy rahimahullah dalam Tafsir Al-karimirrahman : "ini adalah ayat yang agung yang mengandung hukum-hukum yang banyak, diantarahnya
  • Keimanan. Keimanan yang dimaksud adalah iman yang wajib, dimana orang yang meninggalkannya menjadi fasiq selama tidak juchud (mengingkari sebuah kewajiban setelah mengetahui kewajiban tersebut) . keyakinan Ahlussunnah dalam dalam masalah iman ini adalah sebagai berikut :
  1. Iman adalah keyakinan dengan hati, perkataan, dan perbuatan.
  2. Iman bercabang-cabang sebagaiaman yang kabarkan oleh Nabi saw. dalam sabdanya "iman mempunyai lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, yang paling utama adalah laa ilaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan ari jalan, dan malu adalah bagian dari iman". (HR. Muslim)
  3. Iman akan terus bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan
  4. Amal adalah batian dari iman.
  5. Iman itu terdiri dari bagian-bagian yang dapat hilang tersisa sebagiannya dan tersisa sebagian lainnya.
  6. Iman tidak hilang semuanya karena hilangnnya sebagian iman dan tidak menjadi sempurna karena adanya sebagian saja.
  7. Bolehnya mengucapkan in syaa Allah dalam iman.
Jadi, Kesimpulan dari faidah pertama ini adalah Abdullah bin Mas'ud radliyallahu anhu berkata : "apabila engkau mendengar Allah berfirman : "Yaa ayyuhalladzina aamanu..."  (wahai orang-orang yang beriman). Maka pusatkanlah pengdengaranmu, karena ia adalah kebaikan yang Alla perintahkan, atau keburukan yang Allah larang.
 
Oke sob itu faidah yang pertama, untuk faidah yang kedua hari selanjutnya ya hehe.
Terimakasih semoga bermanfaat sobat.
 

Sunday, 22 November 2015

Cara berinteraksi dengan Al-Qur'an selain dengan Membaca Al-Qur'an



http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/11/cara-berinteraksi-denganal-quran-selain.html













Assalamualaikum teman blog PecintaAl-Qur’an, postingan kali ini adalah lanjutan dari Cara suksesberiteraksi dengan al-quran. Yaitu 

Cara berinteraksi dengan Al-Qur'an selain dengan Membaca Al-Qur'an.




Sesungguhnya merupakan kelembutan dan rahmat dari Allah SWT kepada kaum muslimin yaitu Allah telah memberitahukan bagaimana cara mereka berinteraksi dengan al-Quran agar kita mendapatkan pahala dan keutamaan darinya. Dalam hal ini telah banyak ayat-ayat al-Quran yang memberitahukan, mengabarkan atau menceritakan kepada kita tentang bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan al-Quran. Diantara ayat-ayat itu adalah:

1.          At-Tadabbur (Mentadabburi al-quran). 

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Muhammad (47) ayat 24:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا ﴿٢٤﴾
Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad(47): 24)
Al-quran bukanlah buku bacaan yang hanya dibaca tanpa adanya pentadabburan atau perenungan dari orang yang membacanya. Namun inilah yang terjadi dimasyarakat kita sekarang, mereka hanya membaca al-Quran dengan mulutnya saja tanpa direnungkan dalam hatinya apa makna dan hikmah dalam ayat atau surat yang mereka baca. Oleh karena itu kebanyakan masyarakat sekarang masih tidak mampu dalam mengendalikan dirinya khususnya dalam akhlak mereka, karena al-Quran bagi mereka hanyalah seperti angin lewat yang tidak ada dampak, bekas atau fungsi apapun yang dapat merubah dan memajukan diri orang yang membaca kalam Allah SWT itu.
Rumah yang terkunci, lemari yang terkunci, jendela yang terkunci atau segala sesuatu yang terkunci, apakah kita bisa masuk atau memasukkan sesuatu kedalamnya dalam keadaaan terkunci seperti itu?, tentu jawabannya tidak. Begitupun dengan hati yang terkunci yang meskipun dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Quran atau hadis-hadis nabi, tapi karena hatinya telah terkunci, maka ayat-ayat dan hadis nabi yang disampaikan kepadanya tidak akan berpengaruh terhadapan perubahan kehidupannya. Sama halnya dengan mereka yang membaca al-Quran hanya menggunakan lisannya saja tanpa menggunakan hatinya untuk mentadabburi ayat-ayat yang dibacanya.

2.          At-tadzakkur (mengingat /mempelajarinya)

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Qamar (54) ayat 17:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِر  ﴿١٧﴾
Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (al-Qamar (54): 17)
Al-quran adalah kitab yang jelas kebenarannya dan mudah dimengerti (masuk akal) dalam kisah-kisah atau pelajaran-pelajaran yang terdapat didalamnya. Maka semua pelajaran atau kisah-kisah yang ada dalam al-Quraan merupakan pengajaran Allah SWT kepada umat manusia agar dapat terlepas dari kesesatan-kesesatan atau ketidak mengertian hidup di dunia yang pana ini menuju hidayah dan cahaya Allah SWT.
Dalam membaca al-Quran kita tidak diharuskan membaca banyak-banyak tapi kosong pelajaran, akan tetapi dalam membaca al-Quran tentu kita harus dibarengai dengan mempelajarinya. Karena seseorang itu tidak dilahat banyak sedikitnya ia membaca al-Quran akantetapi dilihat apakah ia dapat mengambil pelajaran yang ada di dalamnya meskipun ia hanya membaca satu atau dua ayat saja.
Para sahabat pada zaman nabi saw tidak pernah membaca al-Quran kecuali mereka membaca untuk mempelajarinya, bahkan dalam sirah-nya nabi saw mengajarkan al-Quran kepada para sahabatnya tidak banyak-banyak tapi hanya sepuluh ayat-sepuluh ayat hingga para sahabat mempelajari dan memahami makna yang terkandung dalam ayat itu, barulah nabi mengajarkan sepuluh ayat berikutnya dan harus kita ketahui bahwa dalam pengajarannya tersebut Rasulullah SAW tidak mewajibkan untuk menghafalnya, akan tetapi beliau hanya fokus dalam mengajarkan makna dan hikmah yang ada dalam ayat tersebut.

3.          Al-isti’adzah qobla al-qira’ah (membaca ta’awwudz sebelum membacan al-Quran)

 sebagaimana firman Allah SWT dalam surat an-Nahl (16) ayat 98:
 فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ﴿٩٨﴾
Artinya: “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (an-Nahl (16): 98)
Merupkan dari ciri karakter setan adalah mereka senantiasa berusaha dalam memalingakan dan menghalang-halangi kita dari amalan-amalan saleh yang akan mendekatkan kita kepada Allah SWT sebagimana yang telah diakui oleh setan itu sendiri yang diabadikan oleh Allah SWT dalam surat al-A’raf (7) ayat 16:
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾
Artinya: “Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,” (al-A’raf (7): 16)
Dari ayat diatas maka jelaslah bawa setan telah mengatakan sendiri bahwa ia akan selalu menghalang-halangi manusia dari perbuatan baik termasuk didalamnya adalah ketika seseorang  mempelajari al-Quran. Oleh karena itu Allah SWT memerintahkan kepada kita agar mengucapkan ta’awwudz sebelum membaca dan mempelajari al-Quran sebagai tameng bagi diri kita dari gangguan setan yang terkutuk.

4.          Al-istimaa wa al-inshath (mendengarkan dan berdiam ketika dibacakan al-Quran)

 Sebagaimana firman Allah dalam surat al-‘Araf (7) ayat 204:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٢٠٤﴾
Artinya: “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”. (al-‘Araf (7): 204)
Dalam mendapatkan hidayah atau petunjik seseorang tidak hanya karena ia sering membaca al-Quran saja, akantetapi mungkin dan banyak terjadi seseorang yang mendapatkan hidayah justru karena ia mendengarkan ayat-ayat Allah SWT dari mulut orang lain, entah itu karena orang yang membacanya dapat membaca dengan tartil sesuai dengan tajwid, makhorojul hurf dan panjang pendeknya ataupun karena keindahan suara orang yang membacanya sehingga lebih memperindah ayat-ayat al-Quran dengan suara merdu orang yang membaca ayat tersebut. Sebagai contoh adalah Umar bin Khattab yang mana ia adalah seorang yang keras dan sangat membenci Rasulillah SAW, namun ketika ia mendengarkan al-Quran dari adiknya sendiri ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Rasulullah SAW bahkan akhirnya ia menyatakan keislamannya kepada Rasulullah SAW.
Maka itulah salah satu hikmah yang sangat berharga ketika kita mendengar al-Quran lantas kita mendengarkannya dengan khidmat dan penuh perhatian. Jangan sampai kita berlaku sebaliknya, ketika ada seseorang yang membaca al-Quran kita malah mengganggu orang tersebut dengan menyetel lagu-lagu yang bervolume sangat keras atau pun dengan gangguan-gangguan lain. Maka sungguh perbuatan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dihadapan Allah SWT atau dihadapan manausia.

5.          I’timadu at-tartil (memprioritaskan  pembacaannya dengan tartil)

Sebagaimana firman Allah SWT dalam  surat al-Muzammil ayat 4:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا ﴿٤﴾
Artinya: “Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”. (al-muzammil (73): 4)
Membaca dengan tartil, artinya dalam membaca al-Quran tidak seharusnya kita tergesa-gesa sehingga dapat merusak bacaan kita dari kaidah-kaidah tajwid makhorijul huruf dan panjang pendeknya yang mana kita ketahui bahwa al-Quran adalah berbahasa arab yang apabila dalam membacanya ada satu huruf saja yang tidak terbaca atau makhorijul hurufnya salah, maka kemungkinan besar maknanya akan berbeda dengan yang diharapkan oleh sang pemilik al-Quran tersebut yaitu Allah SWT.
Membaca al-Quran dengan tartil juga dapat menolong kita dalam memahami al-Quran secara jeli dan teliti sehingga tiap kalimat yang kita baca akan meresap dan membekas dalam hati dan jiwa kita. Dengan pembacaan yang tartil, kita juga dapat terhindar dari ketertinggalan makna kalimat dari ayat yang kita baca yang dapat menjadikan kita kurang paham terhadap ayat tersebut, namun hal tersebut tidak akan terjadi jika dalam membacanya kita memikirkan kata-perkata atau kalimat perkalimat secara tartil.
Dan sabda rasulullah saw:
حَدَّثنا سلمة بن شَبِيب ، حَدَّثنا عَبد الرزاق ، حَدَّثنا عَبد الله بن المحرر ، عَن قَتادة ، عَن أَنَسٍ ، قال : قال رَسُول اللهِ صلى الله عليه وسلم : لكل شيء حلية وحلية القرآن الصوت الحسن
Artinya: “telah menceritakan kepada kami Salmah bin Syabib, telah menceritakan kepada kami Abdu a-Razzaq, telah menceritakan kepada kami abdullah bin al-Muharrar dari Qotadah, dari Anas, ia berkata (bahwa) rasulullah SAW pernah bersabda: ‘stiap sesuatu itu memiliki warna dan warnanya al-Quran adalah (pembacaannya dengan) suara yang bagus”.

6.          Ar-ruju ila ahli adz-dzikri (kembali kepada ahli ilmu)

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat an-Nahl (16) ayat 43:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٤٣﴾
Artinya: “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”, (an-nahl (16): 43)
Yang dimaksud dengan ahli ilmu di sini adalah mereka yang memahmi ilmu-ilmu tentang al-Quran dengan segala seluk beluknya, yang mana kita diperintahkan untuk mengembalikan atau bertanya kepada mereka tentang makna-makna atau dalil-dalil dari ayat-ayat al-Quran yang belum kita pahami. Jadi jangan sampai kita menafsirkan al-Quran dengan ilmu kita yang terbatas, sehingga tidak memperhatikan prinsip-prinsip dalam menafsirkan sebuah ayat al-Quran.
Dan firman Allah SWT dalam surat ali Imran (3) ayat 7:
وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ ﴿٧﴾
Artinya: “tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya…” (ali Imran (3): 7)
Ayat ini juga merupakan penegasan bagi kita agar kita senantiasa bertanya kepada yang mendalami ilmu tentang al-quran ketika kita mendapatkan ayat al-Quran yang tidak kita pahami makna dan tujuan yang terkandung didalamnya sehingga kita tidak keliru dalam memahami ayat tersebut.
Para ulama berbeda berpendapat dalam memahami siapakah yang dimaksud dengan ar-Rasihuna fi al-ilmi dalam ayat tersebut, namun pendapat yang lebih dekat adalah mereka yang merupakan golongan keluarga Rasulullah SAW (ahlul bait) yang mana mereka mengambil ayat-ayat tersebut murni langsng dari nabi saw. Namun dari sana kita bisa mengambil faidah, dikarenakan kita tidak menemukan mereka lagi dalam artian kita sudah berbeda zaman dengan masa nabi, maka tentu kita harus bertanya kepada orang yang lebih mengetahui dibandingkan kita, yaitu kepada mereka yang selalu mendalami ilmu-ilmu al-Quran.

Tuesday, 13 October 2015

Free Download Murottal 30 (Saikh Mishary Rasyid Ridlo Al Afasy)

Free Download Murottal Juz 30, 

Assalamualaikum teman-teman blog, dalam kesempatan ini saya akan berbagi audio mp3 murottal Al-Qur'an oleh guru besar kita yaitu Syaikh Mishary Rasyid Ridlo. Baik jangan lama-lama lagi langsung bisa di download

1. An-Nas (klik di sini)

2. Al-Falaq (klik di sini)

3. Al-Ikhlas (klik disini)

4. Al-Lahab (klik disini)

5. An-Nasr (klik disini)

6. Al-Kafirun (klik disini)

7. Al-Kautsar (klik disini)

8. Al-Maun (klik disini)

9. Al-Quraisy (klik disini)

10. Al-Fil (klik disini)