Tuesday, 28 October 2014

Asbabun Nuzul Quran Surah Al-Baqarah : 1-20


Diriwayatkan oleh al-Faryabi dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid :

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa empat ayat pertama dari surah Al-Baqarah (ayat 2-5) membicarakan sifat-sifat dan perbuatan kaum Mukmin, dua ayat berikutnya (ayat 6-7) tentang kaum kafirin yang menegaskan bahwa hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tertutup, diperingatkan atau tidak diperingatkan, mereka tetap tidak akan beriman, dan (13) tiga belas ayat selanjutnya (ayat 8-20) menegaskan ciri-ciri, sifat, dan kelakuan kaum munafik. 

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Ishaq, dari Muhamad bin Abi 'Ikrimah, dari Sa'id bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu Abbas :

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah, Innal ladzina kafaru sawa-un 'alaihim ... (sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka ...) sampai wa lahum 'adzabun 'azhim (... dan bagi mereka siksa yang amat berat) (ayat 6-7) diturunkan berkenaan dengan kaum Yahudi Madinah, yang menjelaskan bahwa mereka itu, walaupun diperingatkan, tetap tidak akan beriman.
 
 Diriwyatkan oleh Ibnu Jarir dari Abu Shalih yang bersumber dari Ibnu 'Abbas, Murrah, Ibnu Mas'ud, dan beberapa orang sahabat lainnya :

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa dua orang munafik Madinah lari dari Rosulullah kepada kaum musyrikin. Di jalan ditimpa hujan (sebagaimana diterangkan dalam ayat 19-20, hujan tersebut mengandung guruh yang dahsyat, petir, dan kilat). Tiap kali ada petir, mereka menutup telinga dengan jari, karena takut memekakan telinga, dan mati karenanya. Apabila kilat bersinar, mereka berjalan, dan apabila tiada sinar kilat, mereka tidak dapat melihat. Mereka kembali ke jalan smeula untuk pulang dan menyesali perbuatan mereka. Keesokan harinya mereka menghadap Rosulullah menyerahkan diri masuk islam dengan sebaik-baiknya. Allah mengumpamakan kejadian dua orang munafik ini kepada kaum munafik lainnya yang ada di Madinah. Apabila menghadiri majlis Rosulullah , mereka menutup telinga dengna jarinya karena takut terkena oleh sabda Rosulullah yang menerangkan hal ihwal mereka sehingga terbongkarlah rahasianya, atau mereka jadi tunduk, karena terpikat hatinya. Perbandingan antara kedua orang munafik dengan munafik Madinah ialah :
  1. Kedua orang munafik menutup telinga karena takut mendengar guruh yang memekakan, dan apabila kilat bersinar, mereka berjalan. Sedang kaum munafik Madinah menutup telinga karena takut terkena sabda Rosulullah, akan tetapi di saat banyak harta, anak buah, dan mendapat ganimah atau kemenangan, mereka ikut serta dengan kaum Muslimin dan berkata : "Nyatalah sekarang benarnya agama Muhammad itu", dan mereka merasa tentram.
  2. Kedua orang munafik apabila tiada cahaya kilat, mereka berhenti dan terteguh. Sedang kaum munafik Madinah apabila habis hartanya, anak buahnya, dan terkena musibah, mereka berkata : "inilah akibat agama Muhamad", mereka kembali murtad dan kufur.