Saturday, 12 December 2015

Jalan Menuju Surga

Setiap muslim mempunyai harapan untuk menggapai surga Allah swt. Tak peduli apa pun profesi dan jabatannya, selama itu merupakan pekerjaan yang halal.
Ada orang yang masuk surga karena kebaktiannya yang tak putus-putusnya kepada Allah. Merekalah para ahli ibadah.

Ada pula orang yang dijamin masuk surga karena keberian dan kerelaannya mempertaruhkan nyawanya dalam perjuangan menegakan kebenaran agama. Dia meninggal sebagai syahid, dan orang yang mati syahid dijamin masuk surga.

http://dikidarussalam.blogspot.com/2015/12/jalan-menuju-surga.html

Ada yang dipangggil ke surga kelak karena rajin menyampaikan ilmu kepada orang lain termasuk dalam kelompok ini guru, dosen, ustadz, dan mubalig. "Tinta ulama lebih baik dari darah syuhada", tegas Nabi.

Suatu hari, ketika hendak pergi berperang, Nabi mengingatkan agar jangan seluruh anggota masyarakat islam pergi berperang. "Hendaklah ada sebagian di antara kamu yang belajar mengenai agamamu dan mengajarkannya kepada umat".

Ada pula yang meraih surga karena taatnya kepada orang tua. Nabi Muhammad pernah menolak seorang pemuda yang ingin ikut berperang, karena pemuda itu mempunyai orang tua yang harus ditanggungnya. Kata Nabi, " Uruslah orangtuamu. Sesungguhnya bakti kepada orangtuamu sama nilainya dengan jihad."

Salah satu jalan menghampiri surga adalah
  • menyisihkan sebagian rezeki untuk kegiatan-kegiatan di jalan Allah. Contohnya menjadi donatur pembangunan masjid, mushala, yayasan yatim piatu, majlis ta'lim, rumah sakit dan klikik islam, sekolah-sekolah islam, menjadi orang tua asuh, memberikan beasiswa, sampai kepada mendirikan usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja bagi sebanyak mungkin orang. 
  • Mempelajari ilmu kemudian mengajarkannya sampai ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
  • Menjadi anak yang sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya.
Di sisnilah orang-orang muslim yang kaya, para pengusaha dan eksekutif, diajak oleh Allah swt untuk berkiprah. Sebagai orang-orang yang sibuk dalam bisnis, mereka mungkin tak punya cukup waktu untuk mengerjakan amal ibadah sunat. Namun dengan harta yang mereka miliki yang pada hakekatnya merupakan titipan Allah, mereka berkesempatan memasuki surga dari pintu yanglain.

Dewasa ini kita membutuhkan para muslim kaya yang dermawan, yang senang berzakat, bersedekah, dan berinfak. Begitu banyak kegiatan pembangunan islam yang mendambakan uluran tangan mereka.

Untuk para dermawan yang tulus, Nabi telah menjanjikan kebaikan yang akan mengalir selamanya. "Jika mati seorang muslim maka putuslah amalnya kecuali tiga : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh  yang mendoakannya.

Demikianlah sobat blog yang bisa disampaikan mudah-mudahan bermanfaat.